Category Archives: Islam

Tips Mix and Match Baju Hijab

 

Gaya fashion di dunia sudah semakin maju, sehingga wanita yang mengenakan hijab bisa mengikuti tren fashion tanpa mengkhawatirkan hijabnya. Pakaian-pakaian muslim banyak yang memiliki model cantik. Banyak cara untuk mix and match fashion yang dapat membuat wanita muslim tampil cantik dan fashionable. Model hijab saat ini banyak variasinya, bisa dibuat untuk bekerja, hangout, atau pergi ke pesta. model pashmina

Berbicara tentang mix and match, kami akan memberikan beberapa tips untuk mix and match baju hijab yang cocok untuk kamu. Kenapa harus mix and match? Karena tidak mungkin kamu memakai baju dengan warna itu-itu saja atau model itu saja kan? Yap, mix and match baju itu penting, namun kamu juga harus mengetahui setelan yang cocok untuk kamu gunakan.

Berikut 3 tips yang dapat kamu padukan dengan baju yang kamu punya!

  1. Sesuaikan dengan warna kulit

Indonesia memiliki warna kulit yang beragam. Untuk memadukan pakaian, sangat perlu mengikuti warna kulit. Karena jika warna hijab atau pakaian tidak cocok dengan warna kulit, maka akan terlihat gelap maupun kusam. Untuk kulit putih cocok untuk memakai semua jenis warna, tetapi perlu dihindari memakai warna yang terlalu soft karena akan terlihat pucat.

Kulit sawo matang, jenis warna kulit ini yang merupakan gen orang Indonesia asli. Warna yang cocok untuk kulit jenis ini adalah warna-warna pastel, seperti navy, maroon, nude, dan hitam. Namun untuk kulit kuning langsat, sangat cocok menggunakan warna yang soft, seperti nude, cream, dan pink.

Itulah sebagian warna kulit yang sering ditemui di Indonesia. Menyesuaikan warna kulit dengan baju adalah poin penting untuk bisa tampil lebih cantik. Semua wanita cantik dan untuk lebih cantik lagi bisa menggunakan baju atau hijab yang cocok dengan jenis kulit.

  1. Sesuaikan dengan bentuk tubuh

Menyesuaikan bentuk tubuh juga penting,  jika memiliki tubuh pendek bisa terlihat tinggi dan yang memiliki tubuh berisi bisa terlihat sedikit kurus, begitupun sebaliknya.

Yang memiliki bentuk tubu berisi, bisa memakai blous panjang dipadukan dengan celana jeans. Untuk warnanya bisa memakai warna-warna yang gelap, karena warna gelap memberikan kesan ramping. Sedangkan untuk model hijab bisa gunakan model yang menutupi sebagian pipi sehingga tidak terlihat tembem.

Dan yang memiliki tubuh kurus, gunakan outer panjang yang bisa menutupi sebagian tubuh hingga lutut, sehingga memberikan kesan lebih berisi.

  1. Memakai outfit yang sesuai dengan tempat dan acara

Jangan sampai Kamu salah outfit dalam suatu acara. Untuk acara formal, kamu bisa gunakan kemeja yang dipadukan dengan celana bahan atau rok dengan warna yang sesuai. Sedangkan untuk acara santai, kamu bisa menggunakan kaos oversize dan celana jeans dengan model hijab yang simpel.

Nah! Itulah beberapa tips mix and match baju hijab yang bisa kamu tiru! Sesuaikan outfitmu di mana pun acara yang akan kamu datangi. Model hijab yang akan kamu pakai juga beragam, dari yang sederhana namun elegan, sampai glamor namun menarik. Semoga bermanfaat dan hari-harimu menjadi ceria!

 

 

 

Menyikapi Bencana Dalam Islam

Kehidupan ummat muslim memiliki sejarah perjuangan yang amat panjang, mulai dari fase perjuangan hingga fase kejayaan. Berbagai fenomena alam yang banyak dilalui, menjadikan kedewasaan dalam menyikapinya bagi kaum islam. Oleh sebab itu, dengan adanya ambatan-hambatan dan banana yang ada, sebagai orang yang beriman kita tetap menghadapinya dengan penuh ketenangan, dan menyandarkan usaha-usaha kepada Allah Swt.

Menjaga keamanan Negara dan bangsa merupakan bagian dari keimanan, sebagai ummat muslim kita tetap memiliki kewajiban atas apa yang ada di sektar kita. Oleh sebab itu, meskipun Indonesia bukan Negara islam, namun kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan saling membantu. Bencana yang dialami kaum muslimin termasuknya adalah berkurangnya generasi yang memiliki rasa empati terhadap sisi kemanusiaan.

Secara umum, bencana bisa dilihat dari berbagai permasalahan yang ada di Indonesia: Berikut khutbah tentang bencanaan yang bisa kami sajikan.

Khutbah Tentang Menyikapi Bencana Dalam Islam

Pixabay.com
  • Bencana yang sangat dirasakan oleh kaum muslmin di Indonesia sangat beragam, terkhususnya adalah bencana dalam bentuk konflik internal. Dalam hal ini bisa dikatakan banana disebabkan kurangnya rasa memahami satu sama lain sesame muslim. Satu sama lain berebut kekuasaan hingga kemudian menimbulkan perpecahan.
  • Selain itu, bencana dalam bentuk lain adalah terbatasnya kegiatan agama pada saat ini, hal ini disebabkan oleh aturan pemerintah yang mau tidak mau harus di taati. Bahkan, kaum muslim juga terdampak penjajahan mental secara internasional, generasinya banyak terpengaruh oleh dunia media social yang kemudian mengancam kualitas generasi bangsa.

Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Bencana Dalam Islam

Pixabay.com
  • Bencana bisa saja terjadi karna factor alam. Adanya ketidak beresan alam yang kemudian berdampak musibah juga merupakan kelalaian akan masyarakat itu sendiri, salah satu contoh adalah kurangnya kepedulian dalam merawat alam.
  • Bencana yang ke dua yaitu bisa disebabkan karna memang factor peringatan dari Allah Swt. Artinya, dengan berbagai kelalaian manusia terhadap apa-apa yang sudah di amanahkan tidak ditanggung jawapi dengan baik. Berbagai kasus yang berkaitan dengan moral juga merupakan musibah bagi kaum muslimin. Musibah yang menyerang dan merusak mental generasi justru lebih sulit d rehabilitasi dibandingkan dengan kerusakan alam.

Jika kita sudah mengetahui tentang bencana menurut persfektif Islam dan faktor penyebabnya. Maka, bagaimanakah sikap kita dalam menyikapi bencana apabila kita sedang tertimpa? Dibawah ini terdapat beberapa ulasan bagaimana langkah kita dalam menyikapi bencana tersebut.

Langkah Dalam Menyikapi Bencana

  • Maknailah bencana tersebut sebagai semata-mata ujian dari Yang Maha Kuasa dalam rangka menguji kualitas keimanan kita. Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang akan diberi limpahan kebaikan dari Allah, maka diberi ujian terlebih dahulu”. Hadist ini diriwayatkan oleh Bukhari Muslim
  • Hadapilah bencana tersebut dengan sabar dan lapang, sebab Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Selalulah waspada ketika terdapat tanda-tanda bencana.
  • Selalu husnudzan kepada Allah terhadap bencana yang menimpa kita. Boleh jadi bencana tersebut membawa hikmah bagi kehidupan kita yang akan datang. Bencana yang menimpa kita bisa jadi sebagai momentum untuk menyaksikan kebesaran sang Illahi sehingga bisa menaikkan kualitas cinta kita kepada sang Khaliq

Bencana alam akan terminimalisir berdasarkan kesadaran masyarakat yang bertunbuh dengan baik. oleh sebab itu, kesadaran masyarakat sangat menentukan kondisi kehidupan juga. Demikianlah artikel tentang musibah yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat bagi anda yang membutuhkan, sekian dan terimakasih.

Solusi Bagi Yang Tidak Hafal Doa Qunut

Kenyataannya, masih ada seseorang yang tidak hafal doa qunut. Ketika sholat, Musholi hanya mengikuti Imam. Yakni cukup dengan mengamini doanya.

Makmum seperti ini sebenarnya sudah hasil maksudnya untuk berqunut. Sebab, kesunahan ini telah disempurnakan oleh Imam.

Berbeda jika berkenaan dengan rukun. Setiap Musholi wajib mengerjakannya. Meskipun kenyataannya sedang berjamaah.

Masalahnya, terkadang ada beberapa waktu di mana Musholi perlu melantunkan bacaan Qunut. Misalnya saat sholat sendirian bagi yang mengikuti mazhab Syafi’i.

Lalu, bagaimana caranya untuk Musholi yang tidak hafal doa qunut? Apakah tetap melaksanakannya, ataukah meninggalkan dan menggantinya dengan sujud sahwi?

Qunut Dalam Mazhab Syafi’i

Qunut ialah sebuah wirid yang berisi tentang doa dan sanjungan. Imam Syafi’i berpendapat dalam mazhab beliau bahwa pembacaan doa tersebut sangat dianjurkan.

Sholat seseorang akan sempurna ketika mengerjakannya. Mengenai tempatnya, Qunut dikerjakan pada sholat subuh dan sholat witir.

Khusus untuk sholat witir, pengerjaannya dilaksanakan pada tanggal 16 bulan Ramadan hingga akhir. Yakni pada witir terakhir, tepatnya ketika Musholi bangun dari ruku dan telah membaca wirid I’tidal.

Anjuran ini sekaligus memberi gambaran bahwa kesempurnaan sholat dilakukan dengan qunut. Apabila meninggalkannya, maka sholatnya kurang sempurna. Tetapi, tidak mengurangi sahnya sholat.

Pandangan inilah yang digunakan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Makanya, tidak salah bila Anda menjumpai sholat subuhnya masyarakat akan diikuti dengan doa qunut tersebut.

Bagaimana Jika Musholi Tidak Hafal Doa Qunut?

Ada dua cara yang bisa ditempuh oleh Musholi supaya bisa menyempurnakan sholat subuhnya. Tentunya dengan melaksanakan qunut. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Sholat Berjamaah

Sholat secara berjamaah itu paling utama. Apalagi jika dikerjakan pada awal waktunya. Maka, banyak keutamaan yang akan didapatinya.

Salah satunya ialah pahala sebesar 27 derajat. Lebih besar ketimbang mengerjakan sendiri yang diganjar dengan 1 derajat.

Jamaah juga bisa menjadi solusi bagi yang tidak hafal tentang doa qunut. Sebab, Musholi hanya perlu sholat sebagai makmum.

Mengenai bacaannya, itu bisa dilakukan oleh Imam. Sedangkan makmum cukup mengamininya. Dengan cara demikian, kekurangan yang dimiliki makmum sudah dilengkapi oleh Imam.

  1. Berqunut dengan Doa Lain

Tidak semua orang mendapati jamaah secara sempurna. Ada kalanya seseorang tertinggal satu rakaat. Yang artinya, Musholi juga dianjurkan untuk melantunkan qunut di akhir sholatnya.

Ada juga yang memang sholat sendirian lantaran bangun terlalu telat. Akhirnya, mau tidak mau Musholi sholat dengan berqunut sendiri.

Sebagai pengikut Mazhab Syafi’i, solusinya ialah mempelajari dan menghafal doa tersebut. Meluangkan waktu untuk belajar agama tentu lebih baik. Dan, pahalanya sangat besar serta Anda di statuskan oleh Allah sebagai orang yang mencari ilmu.

Tetapi bagi yang belum hafal betul, Musholi bisa melantunkan doa berbahasa arab lainnya. Salah satunya ialah membaca akhir surat Al Baqoroh yang diniatkan untuk berqunut.

Itu juga sudah cukup sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Fathul Mu’in ataupun Safinatun Najah.

Apabila tidak hafal juga, Musholi bisa melantunkan doa dan pujian yang singkat. Contohnya adalah Allohumma Igfirli Ya Ghofur.

Praktik ini juga sudah menggugurkan qunut. Sebab, kalimah tersebut sudah berisi tentang doa dan pujian. Dengan kata lain, kesempurnaan sholat subuh dengan qunut sudah didapatkan.

Kesimpulannya, alternatif doa di atas hanya sebagai pilihan ketika Anda tidak hafal doa qunut. Bisa dikerjakan sebagaimana orang yang baru belajar. Di samping itu, luangkan waktu untuk menghafalnya. Karena yang paling utama ialah doa qunut yang pernah dilantunkan oleh Nabi Muhammad saw.